judul novel

ISLAM HARI INI
Yang kecil terlupakan  Yang besar terabaikan
Islam agama yang sempurna, pesan-pesan kebaikan  didalamnya meliputi masalah-masalah kecil seperti mengucap berterimaksaih kepada orang yang sudah membantu kita dan masalah-masalah besar seperti menjaga kehormatan diri kita.
Dulu, umat islam sangat teguh menjalankan pesan-pesan dan ajaran itu. Tapi kini, tidak sedikit yang pelan-pelan mulai meninggalkannya. Ajaran islam yang tampaknya sepele dilupakan dan ajaran yang berdampak besar bagi kehidupan diabaikan.
Tidak ada kata terlambat untuk membiasakan diri melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan. Seperti yang tersirat di novel ini, kebaikan-kebaikan kecil perlu kita biasakan agar suatu saat kita mampu melakukan kebaikan-kebaikan besar.
Chapter 1
Berhala Modern
FAIQ  tersenyum sepulang sekolah sambil menempelkan stiker”Bismillah” di pintu kamarnya. Anak berumur 17 tahun itu tersenyum karena dia merasa bangga telah memasang stiker di pintu kamarnya. Dia berpikiran dengan memasang stiker”Bismillah” di pintu kamarnya, dia akan selalu ingat untuk berucap bismillah sebelum masuk kekamarnya.
Setelah itu, dia  membuka pintu kamarnya dan mengajak aku masuk ke kamarnya. aku pun kaget ketika berada di dalam kamarnya
            “ …. Kok masih pasang poster Girl Band di dalam kamarmu?”
 dia hanya  tersenyum malu karena  ketahuan ada poster Girl Band di dalam kamarnya,
            ”hehe ketahuan deh” ujarnya.
 Masa setelah mengucapkan bismillah terus lihat cewek umbar aurat begitu,kataku. Dia terus saja membela dirinya
             “ soalnya mereka cantik dan jago nari, aku ngefans cebirrel”.
Aku memberikan saran kepada dia
“lebih baik ngefans sama nabi Muhammad gitu loh, teladan kita semua”. Lagi-lagi  dia malah memuji Girl Band yang ada diposter tersebut
             ”eh bro?  tapi mereka emang imut sih, kulitnya mulus..”
akupun langsung refleks mengucap” astagfirullahaladzim” mending poster itu di copot aja!, aku pernah melihatmu ngelantur gak jelas di depan poster itu.
Diapun berkhayal menjadi pacar Asina(nama cewek yg aku kagumi di girl band cebirel).aku Cuma mau bilang sma kamu jangan kebanyakan berandai-andai dan bermimpi, masih banyak poster lain yang lebih bermanfaat,  misalnya kaligrafi. Dia tidak mau memasang kaligrafi dikamarnya karena berpikiran sebagian orang yang di rumahnya ada kaligrafi itu, Cuma sebatas paajangan saja, tanpa tahu maknanya. Bisa jadi bahkan ada yang memasang kaligrafi sakti ini “alpuluus” dan menganggap orang itu akan lebih untung, bebas santet hehe.
Akupun langsung menanggapi bahwa itu sudah menjurus kedalm kemusyrikan, mengandalkan kekuatan selain allah. Dan dia pun takut kalo memasang kaligrafi hanyalah pajangan lebih parahnya lagi bisa musyrik. Memang benar yang seperti itu adalah musyrik terselubung dan sudah ada sejak dulu. Namun sekarang musyrik terselubung itu bersembunyi di dalam Berhala  Modern. Dia langsung memotong pembicaraan ku dan terlihat marah
            “ maksudmu girl band cebirel ini berhala era modern gitu !”
Aku hanya bisa jawab ya memang jelas lah. Dia sangat mengidolakan Cebirel, mereka adalah sumber inspirasiknya, mendengar lagu, melihat aksi panggung, dan mengingat senyum mereka bisa membuatnya lebih semangat,dia akan melakukan apapun demi cebirel. Dia pun nyanyi lagu cebirel
             ” you are saiful….saiful….saiful…”.
 kataku kalo ada orang yang menghina cebirel gimana? Dia langsung marah
             “enak saja menghina idolaku dan  siapapun yang menghina cebirel akan aku hajar”.
 Dan aku bilang lagi gimana kalo cebirel bubar atau pensiun jadi girl band? Dia pun sangat sedih dan kecewa, dan membayangkannya saja sudah membuatnya menangis. Aku menyimmpulkan bahwa cebirel sudah jelas tanpa disadari olehnya itu telah menjadi berhala.
Dilihat dari cara dia memperlakukan girl band itu sudah jelas! Menjadi sumber inspirasinya, semangat dan kekuatannya, rela berbuat apapun demi cebirel, hafal lirik lagu dan gerakan tarinya, marah jika ada yang menghina mereka, dan sedih mendalam jika mereka bubar atau menghilang, bukankah itu semua akan bermuara pada kesimpulan yaitu pemujaan yang berlebihan. Dan diapun tidak sadar dengan perilaku semacam itu, karena dia sudah melakukannya dengan sukarela. Sekarang ini gak Cuma girl band saja yang bisa jadi berhala modern, ada Boy Band, pemain music atau penyanyi, artis film, tokoh kartun dan lain sebagainya yang juga berpotensi sama. Tapi buat dia cebirel itu ada manfaatnya, manfaat semu karena dia memuja secara berlebihan. Menurutku sewajarnya saja kalu mau menyukai sesuatu. Dia hanya bilang “ huh...oke..”(dengan nada yang teraksa). Aku hanya bisa menyarankan kepadanya bila itu lebih banyak mudharat dari pada manfaat, dan bisa membuat lupa akan allah sebagai sumber segala kekuatan itu malah bahaya,dan harus di tinggalkan. Dia pun akhirnya menyadarinya “ astagfirullah..lain kali aku akan berhati-hati”.
Keesokan harinya aku mengajaknya ke perpustakaan yang ada di sekolah, untuk mencari info tentang apa arti dari” idola”?. Dan akupun menemukan salah satu buku yang ada kosakata nya. Dalam bahasa inggris ada kosakata idol, bila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia idol Kb. berhala, idolatrous Ks. Musyrik, idolatry Kb. Pemujaan terhadap berhala, kemusyrikan, pemberhalaan. Langsung saja aku beritahu kepadanya
             “ coba lihat nih,coba lihat juga kata lainnya yang ada dibawah kata “idol”
. Dia hanya ternganga melihatnya, dan tak menyangka
            “ hah…berhala”.
 Kata yang mengandung idol seperti Idolatrous dan Idolatry, artinya “Musyrik”. Dia baru menyadari bahwa arti kata-kata itu, mungkin memang telah terjadi pergeseran makna dari kata idol itu sendiri. Dia hanya bisa bilang ” menjadi sesuatu yang wajar, lumrah, sudah umum padahal makna aslinya lumayan berbahaya”. Jika dia penggemar teori konspirasi, bisa saja beranggapan kalau ada pihak yang sengaja ingin membelokan makna “idol”. Yang tujuannya itu bermacam-macam, mungkin ingin merusak generasi muda, mengeruk keuntungan finansial atu tujuan lain yang lebih menyebalkan. Dia merasa keberatan tentang omonganku yang tadi. Aku pun hanya tertawa “ haha sudahlah, sebenarnya aku kurang suka berprasangka yang tidak jelas”. Dan aku meminta maaf kepada dia karena tadi sudah banyak ngoceh, dan gak bermaksud untuk ceramahinya hanya mengingatkan karena sebagai temannya,aku harus peduli. Senangnya dia karena telah diingatkan dan berterima kasih kepadaku. Dia bertanya kepadaku
            “ kalau sekadar menikmati music atau film saja, gak apa-apa kan?”.
Tidak apa-apa dan akan lebih baik lagi karya yang bisa membuat kita semakin ingat kepada allah. Seperti buku yang berjudul “ Wisata Hati”, Film “ Negeri 5 Menara”, musik “Tombo Ati”, dan karya-karya lainnya yang bernafaskan islam. Dia pun sudah sadar sekarang, karena telah diberi rekomendasi yang bagus. Dan untuk kaligrafi yang tadi aku menyarnkannya untuk mencari kalimat yang mudah dipahami dan diamalkan
            “ kalimat istighfar gimana?”.
             “oke lah,itu sangat bagus “(sambil menundukan kepala).                                
 Rasa bersalah yang dia rasakan karena telah berbuat dosa. Padahal semua orang pasti sering berbuat dosa, terutama dosa yang tidak disadari.
Dia akan memasang kaligrafi karena dia telah sadar dari perbuatan dosa yang tidak menyadarinya.
“Semoga bisa semakin ingat kepada allah, jadi nanti kaligrafinya gak sekadar pajangan saja”.
Dan diapun menjadi lebih dekat kepada allah , dan kemajuan teknologi pun terus berkembang dengan berjalannya waktu. Dengan ada nya teknologi orang akan lebih mudah mendaopatkan informasi, mempermudah hal yang akan kita lakukan. Teknologi yang ada pada saat itu adalah Handphone yang di dalamnya banyak aplikasi-aplikasi yang memudahkan kita unttuk mendapat informasi. Namun denga kemajuan itu pasti ada dampak positif dan negatifnya. Karena perkembangan tersebut dia pun mulai terbawa oleh perkembangan tersebut.
Chapter 2
Kemajuaan Teknologi
Faiq pun mulai menggunakan handphon karena ingin mengikuti perkembangan yang ada. Dengan aplikasi yang menarik setiap hari dia selalu menggunakan hand phone, seperti game online, sosmed, dan aplikasi yang lainnya. Siang itu sepulang sekolah aku main di rumah faiq. Ketika sudah dirumahnya akupun duduk di kursi, dan dia pergi ke kamarnya untuk mengambil sesuatu, lalu dia kembali menghampiri ku sambil memegang benda dan aku tidak pernah melihatnya
            “ iq yang kamu pegang itu apa? Tanyaku kepada dia.
            “ ooh, yang aku pegang ini namanya Handphone” jawabnya sambil tersenyum.
             “ oh, emang untuk apa itu kegunaannya?” Dengan penuh penasaran aku bertanya kepadanya,
“ banyak banget kegunaannya, bisa mendapatkan informasi dengan cepat, mudah, bisa tahu dunia luar, banyak aplikasi yang menarik juga seperti game online, sosmed dan yang lainnya”
“ hmm… awas loh kamu jangan sampai terbawa oleh kemajuan teknologi itu, jangan lupa       sama allah”.
            “ oke!!!” jawabnya.
Aku lihat kemana-mana dia selalu membawa handhone. Di hari libur dia mengajakku main ke taman yang suasana nya bisa menenangkan hati.
“ ayo kita main ke Taman, supaya lebih asyik disana” mengajaku bermain
“ ok, yu kita berangkat sekarang aku sduah tidak sabar ingin kesana”
Setelah sampai aku dan Faiq duduk di kursi yang ada di Taman tersebut, banyak orang yang berkunjung juga kesana. Di hari itu hatiku sangat senang karena bisa bermain kesana. Tapi dia malah fokus ke handphone nya, akupun penasaran apa yang ada di handphone nya sampai-sampai tidak mengajak ngobrol, padahal suasana disana enak untuk mengobrol
“ lagi main apa sih?, serius amat main Handphone” tanyaku karena penasaran
“ ini loh sosmed seru banget, kita bisa berkomunikasi dengan orang jauh “ jawabnya sambil tersenyum.
            “ Handphone itu lucu yah, bisa mendekatkan yang jauh tapi bikin lupa yang dekat” sambil tersenyum kepadanya
             “ kenapa kamu malah senyum, nyindir aku yah?” Tanya dia kepadaku.
             “ senyum itu kan berpahala” jawabku dengan singkat.
“ Emangnya senyum di internet gitu dapay pahala?, padahal biasanya orang yang senyum di internet itu muka aslinya gak lagi senyum..” tanyaku lagi
            “ waduh nyindir aku lagi nih! Soalnya aku sering kaya gitu” jawab dalam hatinya
Tiba-tiba ada serang anak kecil perempuan menghampiri dia,
  “ itu handphone yah ka?” Tanya anak kecil itu.
             “ iya” dengan singkatnya ia menjawab,
             “ bisa pasang aplikasi banyak dong?”
             “Bisa lah“ dijawabnya dengan penuh percaya diri
             “ ada game nya ?” anak kecil itu bertanya lagi
            “ eng….nggak ada game disini.” Dengan pikiran negatifnya dia berbohong karena takut dipinjam buat main.
            “ waah banyak juga game nya” anak kecil itu langsung melihat handphone dia
“ Dia langsung tau kalo aku sedang bohong” berbicara dalam hati
            “ tenang aja! Aku gak mau main ko, kalo aplikasi yang islami ada?” Tanya nya kembali
             “ oh tentu ada dong..Al-qur’an digital,jadwal sholat,kalender hijriyah, murottal Imam Masjidil Harom. Dengan penuh percaya diri menjawabnya
              “ Dibandingkan game dan internet lebih sering buka yang mana?” Tanya anak kecil itu,
Persentase perbandingan porsi penggunaan jenis aplikasi pada handphone kaka ini  Game 35%, internet 35%, aplikasi lain 25%, sedangkan aplikasi islami hanya 5%.
            “ ngapain aplikasinya dipasang kalau gak pernah di pakai…whahahaha” anak kecil itu menertawakanku.
 Bocah ini benar-benar menguji mentalnya…
            “ sabar ka, coba berdoa di update status, semoga allah menguatkan”
“ aku gak suka berdoa di update status” jawab dia
Kenapa? Anak kecil itu bertanya.
             “Kalau mau doa ya langsung aja”   
             “ya gapapa dong berdoa di update dtatus juga, daripada gak pernah doa sama sekali!”
             “ setidaknya aku aku masih pernah berdoa, hehehe..hehe” kembali tersindir untuk kesekian kalinya
Anak kecil itu terus saja menjawab semua apa yang aku katakana
            “ kalau ada orang lai yang baca doa itu kan bagus, jika mereka ikut mengaminkan”
            “ tapi berdoa di internet kan bisa bikin orang lain sinis  melihat itu”
             “ selama doa itu tulus, kenapa harus peduli anggapan orang lain”
Apa yang dikatakan oleh anak itu membuatnya mulai sadar
            “ benar juga….”
             “ lebih baik doa, daripada mengeluh”
            “ biasanya ada orang yang update status lagi ibadah. Kalau gak ada maksud pamer  gak apa-apa kali, ya!” Tanya kepada anak kecil itu
“ katanya sih boleh memberi kabar kegiatan ibadah.. dengan niat supaya orang lain ikut beribadah juga”
“ waah kamu pintar juga ya”
“ ah nggak juga ka”
“ tapi lebih pintar lagi kalau kamu pergi dari sini”
“ sabar kak..sebentar lagi kakaku akan dating menjaemput”
“ hei, kamu sudah bagus pake kerudung gitu…”
“ hehe makasih kaka”
“ tapi jangan kaya temanku, diluar pakai kerudung…eh, pas di facebook pakai foto yang kelihatan rambrbutnya.. sama aja bohong”
“ oke siap…kaka juga, di pergaulan internet mesti jaga sopan santun, jangan suka asal nulis sembarangan ini iyu.. gak baik ka”
“ eh kenapa aku yang gentian dinasehati?” dalm hatinya berbicara
Setelah beberapa menit kemudian kaka aanak kecil itupun dating menjemputnya.
“ Eh,, kakaaaaaaaa!” anak kecil itu memanggil kakanya
“ akhirnya doa kaka terkabul juga” anak kecil itu senyum kepadanya
“ bye bye hehe” di dalam hainya,alhamdulilla bocah ini pergi juga
Kakak anak kecil itu berterimakasih kepadanya karena mau menemani adiknya.
“ terima kasih bang… sudah mau menemani adik saya, dia memang masih tk.. tapi suka ngomong hal yang berat…maaf ya kalau merepotkan”
“ hehe gak apa-apa”
“ daaaah kak! Jangan lupa doa di internet!” anak itu menyampaikan salam perpisahannya
Langsung saja dia reflek berdoadi update status “ ya allah, semoga aku gak bertemu dengan bocah aneh itu lagi.. Amiin” 

Chapter 3
Balasan kebaikan
Sejak kejadian hari kemarin itu dia mulai sadar dan menggunakan handphone nya untuk hal-hal positif, lebih banyak membuka aplikasi islami dari pada game dan internet. Diapun membuka aplikai al-qur’an digital dan membaca surah Al- zalzalah. Yang membuat dia lebih sadar lagi, pas membaca surah Al-zalzalah ayat 7 yang artinya “ barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah un, niscaya dia akan melihat balasannya”.pada siang hari ketika  lagi jalan  dia melihat anak kecil yang balonnya terbang dan menyangkut di pohon. Karena dia ingat dengan arti surat Al-zalzalah dia pu langsung menolongnya, setelah menolong anak kecil itu dia melanjutkan perjalannya. Tidak lama kemudian dia melihat pedagang bakso sedang mendorong gerobaknya di jalan tanjakan. Pedagang tersebut terlihat kelelahan  dan mengeluarkan banyak keringat karena teriknya matahari dan capeknya mendorong gerobak dijalan tanjakan. Lalu ia segera menghampiri pedagang tersebut dan membantunya.
             “ bang! Saya bantu mendorong gerobaknya yah “
            “ ooh, iya na” menjawab sambil napas terengah-engah
Sampai lah dijalan yang datar, lau pedagang bakso tersebut berterimakasih kepada dia.
             “ terimakasih nak, seoga kebaikan mu dibalas oleh Allah SWT”
            “ Amiin…..” jawab dia sambil tersenyum.
Setelah menolong pedagan bakso tersebut dia melanjutjan lagi perjalannya, kemudian dia bertemu denganku.
            “ kenapa wajahmu ditekuk begitu ? “ tanyaku melihat dia
            “ eh kamu, kemarin aku kan baca ayat alqur’an yang ini “ barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarah pun, niscaya dia kan melihat (balasan) nya [QS. Alzalzalah:7] terus aku menolong anak kecil yang balonnya nyangkut di pohon, dan membantu  pak tua mendorong gerobak baso di tanjakan jalan” dia menceritakan semua perbuatan baik yang dilakukannya tadi.
             “ Alhamdulillah..bagus itu “
             “ Tapi…sampai sekarang aku belum melihat balasan dari perbuatan baikku” terlihat  putus asa 
“ jangan putus asa dari rahmat allah gitu dong! Setiap perbuatan baik memang pasti akan     dibalas oleh allah dan berlaku juga untuk perbuatan buruk, tapi mengenai kapan balasan itu akan diberikan, semuanya tergantung kehendak allah. Bisa langsung dibalas saat itu juga, atau nanti saat hari Akhir” jawabku sambil meotivasi agar tidak putus asa.
Sampai saat itu mukanya masih di tekuk saja,
“ oh begitu….”
“ yah…tetap ditekuk aja itu muka!! Masih iberi kesempatan hidup sampai sekarang, itu bisa jadi balasan dari kebaikanmu juga, kan?”
“ Hmm.. iya benar aku gak sadar, Alhamdulillah masih bisa bernfas”. Sambil tersenyum lebar
“ Akhirnya kamu tersenyum juga..perbuata baik yang tadi itu gak usah di ingat-ingat terus fokus untuk hari ini,besok dan kedepannya”.
“ iya, aku pernah dengar klau perbuatan baik itu jangan di ungkit-ungkit”
“ perkara kapan kebaikan itu akan dibalas, percayakan saja kepada allah “
Kulihatnya dia seperti masih ada yang mengganjal di hatinya. Lalu dia pun menanyakan apa yang dia pikirkan.
“ tapi.. boleh gak sih berbuat baik karena mengharap balasan?, ya pamrih gitu”
“ boleh saja, selama berharap nya hanya allah yang membalasnya.  jangan berharap kepada manusia, ntar banyak kecewa nya..haha”
“ Tapi….” Masih mikir-mikir
“ Kebanyak tapi nih anak”
”Tapi aku pernah dengan begini… Beribadah itu jangan demi pahala dan surge, namun demi allah semata”
“ oh ya? Menurutku berharap balasan,pahala dan surga, itu juga bagian dari karena allah semata”
Akupun memberikan penjelasan kepada dia tentang balasan kebaikan-kebaikan yang ada dalam Al-qur’an
“ Di Al-qur’an, allah menjanjikan balasan dari perbuatan manusia, terutama sewaktu Hari Akhir nanti”.
“ Seperti di surah Al-zalzalahkan?” Tanya dia kepadaku
“ ya, dan masih banyak lagi surah lainnya. Yang membahas indahnya surge bagi yang beriman dab beranal sholeh”
“ Dan betapa seramnya neraka bagi yang tidak beriman dan banyak perbuatan maksiat”
“ Yah, jadi wajar dong kalau beribadah karena berharap masuk surga dan takut masuk neraka”
“ untuk pahala juga berlaku sama kan?” dia nanya lagi kepadaku
“ Tentu saja tidak, misalnya Keutamaan sholat berjamaah yang pahalanya 27 kali lipat dari sholat sendirian, Harusnya orag akan memilih untuk sholat berjamaah” jawabku sambil memberikan saran
Tapi dia masih saja mikir-mikir dahulu,
“ Hmm……”
“ Kenapa lagi?” tanyaku kepada dia
dia ingat pernah mendengar  lagu yang liriknya “ jika surge dan neraka tak pernah ada, masih kah kau, bersujud kepada-nya?”. Langsung saja aku memberikan penjelasan kepadanya supaya tidak salah arah.
“ bagiku lagu itu aneh.. untuk apa allah hanya menciptakan dunia ini, tapi tidak dibarengi dengan menciptakan surge dan neraka ?”
“ artinya dunia, surge dan neraka itu satu paket gitu, ya?” bertanya lagi kepada ku
“ iya, ibaratnya seperti sepatu harus ada kanan dan kirinya.
Setelah itu dia senyum-senyum sendiri dan berkhayal apakah wajahnya sudah terlihat seperti ahli surga. Aku hanya bisa tertawa mendengarnya karena mana aku tahu, karena hanya allah yang berhak menentukan siapa yang masuk surga dan neraka. Lalu dia mengangkat kedua tangannya dan berdoa” ya..semoga kita masuk surga dan dijaukan dari siksa api neraka.. Amiin”






Komentar

Posting Komentar